Minggu, 14 Oktober 2012

Anggota Polri & TNI Jadi Korban Penipuan Modus Investasi

JAKARTA - Kasus penipuan bermodus investasi kembali terjadi. Kali ini korbannya rata-rata anggota Polri dan TNI. Pemilik investasi bernama Amanah1 atau IA-1 diduga membawa kabur uang korban senilai Rp2,8 triliun.

Korban kemudian melaporkan kasus ini ke Bareskrim Mabes Polri. Mereka mendesak kepolisian menangkap pemipin Amanah1, Muhammad Sholeh Suaidi yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Jawa Barat.

"Pemilik bisnis bodong ini telah menipu Rp2,8 triliun dari 13 ribu membernya, tidak membayar sejak Desember 2011. Kami sebagai anggota merasa dirugikan dengan aksi penipuan, dengan janji-janji selama enam bulan tidak ditepati. Bahkan telah menggunakan cek kosong untuk pembayaran," kata salah satu korban, Imar Nisni di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (7/8/2012).

Imar mengatakan, sistem yang dijalankan bisnis dengan cara anggota menyetorkan sejumlah uang ke konsorsium di atasnya setiap satu pekan sekali. Lalu dijanjikan akan mendapat keuntungan hingga 200 persen pada bulan berikutnya.

Semua anggota percaya dengan investasi ini karena tergiur dengan keuntungan yang ditawarkan. Investasi ini berdiri sejak Agustus 2011 dan beralamat di Jalan Haji Hasan 12 Dago, Bandung, dan PT Vido Pratama di Jalan Pasantren 15, Bandung, Jawa Barat.

Penyetoran profit dari pemilik bisnis masih berlangsung hingga empat bulan pertama. Namun, setelah itu, selama delapan bulan terakhir tidak ada kejelasan dari owner. Akibat ikut bisnis ini Imar menderita kerugian hingga Rp 187 juta. (trk)
Sumber : okezone news

Tidak ada komentar:

Posting Komentar